Modul 3.1.a.10 Aksi Nyata Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Pengambilan keputusan kelulusan murid kelas 9 T.p 2021/2022

    Sebagai Pemimpin pembelajaran sering kali dihadapkan dengan situasi dimana harus mengambil suatu keputusan, namun dalam mengambil keputusan sering mengalami situasi dilematis, apakah itu dilema etika  dimana pilihan keduanya adalah benar ataupun bujukan moral yaitu pilihan antara benar dan salah, dan ketika telah mengambil keputusan kadang muncul keraguan apakah keputusan tersebut telah benar dan tepat. maka agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan baik dengan menggunakan 3 prinsip, 4 paradigma dan 9 langkah pengambilan keputusan.

    Pada Aksi nyata Modul 3.1 ini, saya menerapkan 3 Prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan dalam Rapat Penentuan Kelulusan Murid kelas 9 Tahun Pelajaran 2021/2022..
Aksi nyata ini saya  lakukan berdasarkan data Jumlah Murid kelas 9 Tahun Pelajaran  2021/2022 adalah 109 Orang, ternyata terdapat 1 ( satu ) Murid yang bermasalah, maka agar dapat mengambil keputusan yang tepat serta berdampak pada murid perlu menerapkan 3 Prinsip dan 9 langkah pengambilan keputusan.

Sebelum Rapat penentuan kelas dalam Pleno Bersama Dewan Guru, setiap wali kelas dan guru Mata Pelajaran telah menyiapkan data dan bukti fisik penilaian dari setiap Murid yang ada.

Dan Pada Saat Pengambilan Keputusan terhadap 1 ( Satu) Murid yang bermasalah tersebut saya mengajak Dewan Guru untuk sama- sama menerapkan 9 langkah sebagai berikut :

    1.       Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan.
           Nilai – nilai yang bertentangan adalah kejujuran dan integritas dengan rasa peduli

    2.      Menentukan Siapa yang terlibat dalam situasi ini
          Kepala Sekolah, Orang Tua, Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran serta Murid
    3.      Mengumpulkan Fakta- fakta yang relevan dengan situasi ini

    • Murid tersebut terdaftar sebagai murid Kelas 9 Tahun Pelajaran 2021/2022
    • Sejak semester Genap murid tersebut tidak pernah hadir di sekolah serta tidak aktif dalam proses pembelajaran baik Daring maupun Luring
    • Siswa tersebut tidak mengikuti Ujian Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022
    • Wali Kelas selalu berupaya menghubungi dan menjalin komunikasi dengan orang tua agar Murid tersebut kembali aktif ke sekolah
    • Pihak sekolah sudah beberapa kali mencoba meminta izin orang tua melakukan home visist tapi di tolak oleh orang tua dengan alasan takut murid tersebut membahayakan dirinya sendiri karena selalu mengancam orang tuanya dengan melukai diri sendiri ataupun lari keluar  rumah.
    • Wakil Kesiswaan Bersama beberapa Guru telah berhasil mengunjungi ke rumah murid tersebut untuk mengajak agar aktif ke sekolah setelah Penilaian Tengah Semester namun tidak di respon oleh murid tersebut.
    • Pihak Sekolah sudah 3 kali mengundang orang tua untuk membantu menyelesaikan masalah ini dan dari pihak orang tua akan berusaha membujuk murid tersebut
    • Pada saat Ujian Akhir Sekolah Orang tua datang Bersama Murid tersebut bermohon untuk mengikut sertakan murid tersebut dalam Ujian Akhir Sekolah
    • Pihak sekolah mengijinkan dengan konsekuensi harus aktif ke sekolah dan menyelesaikan proses pembelajaran
    • Setelah Ujian Akhir Sekolah selesai, Murid tersebut hanya datang 3 hari dan selanjutnya tidak pernah hadir di sekolah

4. Pengujian Benar Atau Salah

  •  Uji Legal : Apakah ada aspek Pelanggaran Hukum dalam situasi ini?
    Tidak ada, Karena kelulusan Murid sepenuhnya kewenangan Sekolah.

  • Uji Regulasi: Apakah ada pelanggaran kode etik Profesi?
    Tidak ada pelanggaran kode Etik Guru, jika kelulusan murid sudah sesuai aturan dan dapat dipertanggungjawabkan

  • Uji Intuisi : Berdasarkan Perasaan dan intuisi anda, apakah ada yang salah dalam situasi ini?
    Berdasarkan Perasaan tentunya sebagai guru mengharapkan semua murid bisa berhasil lulus untuk itu guru berupaya semaksimal mungkin membimbing dan membina Murid agar tetap aktif di sekolah, namun setelah berbagai upaya yang dilakukan dan telah memberikan kesempatan berulang-ulang kepada murid tersebut, tapi tetap saja tidak ada perubahan, maka keputusan yang diambil haruslah benar-benar berpihak pada murid agar dapat menjadi suatu pembelajaran baginya dalam menghadapi kehidupan.
  • Uji Publik : Apa yang anda rasakan bila keputusan Anda dipublikasikan di halaman depan koran? apakah anda merasa nyaman?
    Sebagai guru akan merasa nyaman jika memberikan Keputusan Kelulusan telah sesuai dengan aturan yang berlaku dan dapat dipertanggung jawabkan, di dukung dengan bukti fisik serta keputusan yang diambil melalui pleno Rapat dewan guru. 

  • Uji Panutan : Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil oleh panutan/idola Anda dalam Situasi Ini?
    Saya rasa panutan atau idola saya akan mengambil keputusan yang sama, kualitas sekolah bukan dinilai berdasarkan kuantitas kelulusan 100%, tetapi berdasarkan kualitas lulusan muridnya.

5. Pengujian Paradigma Benar lawan Benar
Kasus ini sudah jelas Merupakan Bujukan Moral ( Benar lawan Salah)

6. Melakukan Prinsip Resolusi
Berpikir Berbasis Aturan

7. Investigasi Opsi Trilema
Sebelumnya telah memberikan kesempatan bagi murid tersebut untuk menyelesaikan proses pembelajaran tapi tidak diindahkan oleh yang bersangkutan.

8.Buat Keputusan
Keputusan yang diambil adalah menangguhkan kelulusanya terhadap murid yang bermasalah tersebut, karena tidak memenuhi syarat kelulusan berdasarkan aturan sekolah juga berdasarkan SE Mendikbud nomor 1 Tahun 2021

9. Lihat lagi keputusan dan refleksikan
Keputusan yang diambil telah di uji dengan 9 langkah atau tahapan pegambilan keputusan, dan kasus ini adalah kasus bujukan Moral yakni Benar melawan salah,maka keputusan yang diambil ini bukan hanya mempertimbangkan kredibilitas sekolah namum demi masa depan murid agar dapat memetik pembelajaran bahwa untuk meraih keberhasilan perlu usaha dan kerja keras, tidak semua keinginan kita dapat terpenuhi sesuai dengan kemauan kita.


Perasaan kami dewan guru setelah mengambil keputusan tersebut kami merasa lega bahwa keputusan yang diambil telah tepat sesuai dengan fakta dan didukung dengan bukti fisik dan sesuai aturan yang berlaku. Dan Orang tua pun menerima keputusan tersebut.

Pembelajara yang saya dapatkan dari aksi nyata ini adalah dalam mengambil keputusan harus benar- benar dengan  9 tahapan yang tepat, agar tidak ragu dalam mengambil keputusan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kedepannya bila menjumpai berbagai permasalahan akan selalu menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan dan mempertimbangkan 3 Prinsip dan 4 Paradigma berpikir.


Rapat Pleno Kelulusan Bersama Dewan Guru



Bersama Orang tua siswa yang bermasalah





Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENGENAL NEGARA - NEGARA ASEAN